Kamis, 24 September 2026

Electric Water Heater untuk Hotel

0 komentar
Electric Water Heater untuk Hotel




Ketersediaan air panas menjadi salah satu fasilitas yang semakin diperhatikan dalam industri perhotelan. Tamu hotel tidak hanya mencari kamar yang bersih dan nyaman, tetapi juga mengharapkan fasilitas kamar mandi yang dapat menunjang kebutuhan selama menginap. Salah satunya adalah air panas yang tersedia dengan baik dan stabil.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, electric water heater untuk hotel dapat menjadi salah satu pilihan sistem pemanas air. Perangkat ini menggunakan energi listrik untuk memanaskan air sehingga dapat digunakan untuk mandi, mencuci, maupun kebutuhan fasilitas hotel lainnya.

Pemilihan water heater untuk hotel tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Kapasitas, jumlah kamar, pola penggunaan, kebutuhan air panas, daya listrik, hingga sistem instalasi perlu diperhitungkan sejak awal. Dengan perencanaan yang tepat, hotel dapat menyediakan air panas secara nyaman sekaligus mengelola penggunaan energi dengan lebih efisien.

Apa Itu Electric Water Heater untuk Hotel?

Electric water heater untuk hotel adalah perangkat pemanas air yang menggunakan energi listrik sebagai sumber panas. Air yang masuk ke dalam sistem akan dipanaskan menggunakan elemen pemanas hingga mencapai temperatur yang dibutuhkan.

Berbeda dengan pemanas air gas atau sistem berbahan bakar lainnya, electric water heater tidak membutuhkan proses pembakaran untuk menghasilkan panas. Karena itu, sistem ini dapat menjadi alternatif untuk hotel yang ingin menggunakan perangkat pemanas air dengan pengoperasian yang praktis.

Penggunaan Ariston Water Heater electric dapat disesuaikan dengan kebutuhan hotel. Hotel kecil dengan jumlah kamar terbatas dapat menggunakan sistem dengan kapasitas yang sesuai untuk kebutuhan tiap kamar atau area tertentu. Sementara itu, hotel dengan jumlah kamar lebih banyak perlu mempertimbangkan sistem pemanasan dan distribusi air panas yang lebih terencana.

Mengapa Hotel Membutuhkan Water Heater?



Air panas bukan lagi sekadar fasilitas tambahan bagi sebagian hotel. Fasilitas ini dapat menjadi bagian dari pengalaman menginap yang ditawarkan kepada tamu.

Bayangkan tamu baru selesai melakukan perjalanan jauh dan ingin segera mandi menggunakan air hangat. Ketika air panas tersedia dengan baik, aktivitas tersebut tentu terasa lebih nyaman. Sebaliknya, air yang tidak kunjung panas atau temperatur yang berubah-ubah dapat mengurangi kenyamanan.

Beberapa kebutuhan hotel yang dapat menggunakan air panas antara lain:

• Kamar mandi tamu
• Shower
• Bathtub
• Kamar mandi hotel premium
• Area spa
• Kolam air hangat
• Restoran atau dapur tertentu
• Fasilitas laundry
• Area karyawan

Karena kebutuhan setiap hotel berbeda, pemilihan electric water heater untuk hotel perlu disesuaikan dengan fungsi dan skala penggunaannya.

Keunggulan Electric Water Heater untuk Hotel

Penggunaan pemanas air listrik menawarkan sejumlah kelebihan yang dapat dipertimbangkan oleh pengelola hotel.

1. Pengoperasian Praktis

Electric water heater relatif mudah digunakan. Setelah sistem terpasang dan terhubung dengan sumber listrik sesuai spesifikasi, perangkat dapat digunakan untuk memanaskan air.

Pengoperasian yang praktis menjadi salah satu pertimbangan penting bagi hotel karena sistem pemanas air akan digunakan secara rutin. Tim hotel juga dapat membuat prosedur penggunaan dan perawatan yang lebih terstruktur.

2. Tidak Menggunakan Proses Pembakaran

Electric water heater memanfaatkan elemen listrik untuk menghasilkan panas. Sistem ini tidak memerlukan pembakaran gas secara langsung untuk memanaskan air.

Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi hotel yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap sistem pemanas berbasis pembakaran di area tertentu.

Meski demikian, instalasi listrik tetap harus diperhatikan. Penggunaan perangkat dengan daya besar membutuhkan instalasi yang sesuai, termasuk kabel, pengaman listrik, grounding, dan perangkat proteksi yang memadai.

3. Temperatur Air Dapat Dikontrol

Kebutuhan temperatur air panas pada hotel dapat berbeda-beda. Untuk mandi, misalnya, tamu membutuhkan air dengan suhu yang nyaman, bukan air yang terlalu panas.

Beberapa electric water heater dilengkapi pengaturan temperatur sehingga pengguna dapat menyesuaikan panas air sesuai kebutuhan. Fitur ini membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus mencegah pemanasan yang tidak diperlukan.

4. Cocok untuk Berbagai Tipe Hotel

Electric water heater dapat digunakan pada berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel kecil, guest house, boutique hotel, villa, hingga hotel dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Yang membedakan adalah kapasitas dan sistem instalasinya. Semakin besar kebutuhan air panas, semakin matang pula perencanaan sistem yang diperlukan.

5. Perawatan Dapat Direncanakan

Perawatan merupakan bagian penting dari penggunaan water heater di hotel. Perangkat yang digunakan setiap hari membutuhkan pemeriksaan berkala agar kinerjanya tetap optimal.

Jadwal maintenance dapat dibuat berdasarkan rekomendasi produsen dan intensitas pemakaian. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi elemen pemanas, tangki, sambungan air, sistem kelistrikan, katup pengaman, serta komponen lainnya.

Cara Memilih Electric Water Heater untuk Hotel



Memilih water heater untuk hotel membutuhkan pertimbangan yang lebih detail dibandingkan pemilihan water heater untuk rumah. Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Hitung Jumlah Kamar

Jumlah kamar merupakan salah satu data awal yang penting. Hotel dengan 10 kamar tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan hotel dengan 50 atau 100 kamar.

Namun, jumlah kamar saja belum cukup. Pengelola juga perlu mengetahui pola pemakaian air panas. Tidak semua tamu menggunakan air panas pada waktu yang sama.

Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan sistem pemanasan yang lebih sesuai.

2. Perhatikan Kapasitas Water Heater

Kapasitas menjadi faktor penting ketika hotel menggunakan water heater tipe penyimpanan atau storage.

Kapasitas yang terlalu kecil dapat menyebabkan persediaan air panas cepat habis. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar dapat meningkatkan kebutuhan energi apabila tidak direncanakan dengan baik.

Karena itu, kapasitas sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan aktual, jumlah pengguna, pola penggunaan, dan sistem distribusi air panas.

3. Pertimbangkan Daya Listrik

Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika memilih electric water heater untuk hotel adalah kapasitas kelistrikan bangunan.

Hotel memiliki banyak perangkat yang membutuhkan listrik, seperti AC, lampu, pompa air, lift, kulkas, televisi, komputer, hingga peralatan dapur.

Water heater harus dihitung sebagai bagian dari keseluruhan beban listrik hotel. Jangan sampai pemasangan perangkat pemanas air menyebabkan beban listrik melebihi kemampuan instalasi.

4. Pilih Produk dengan Sistem Keamanan

Keamanan harus menjadi prioritas ketika menggunakan perangkat pemanas air berbasis listrik.

Beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan antara lain:

• Thermostat
• Thermal cut-off
• Sistem proteksi terhadap panas berlebih
• Katup pengaman
• Grounding
• Perlindungan terhadap kebocoran listrik
• Tangki dengan perlindungan korosi

Spesifikasi setiap produk tentu berbeda. Karena itu, pastikan fitur keamanan diperiksa berdasarkan dokumen dan spesifikasi resmi produk yang dipilih.

5. Sesuaikan dengan Kondisi Instalasi

Sistem plumbing hotel juga perlu diperhatikan. Jalur air panas harus dirancang dengan baik agar distribusi menuju kamar atau fasilitas lainnya dapat berjalan optimal.

Untuk hotel dengan banyak kamar, desain instalasi sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional. Kesalahan perhitungan jalur pipa dapat menyebabkan tekanan air tidak merata atau kehilangan panas yang lebih besar.

Perawatan Electric Water Heater di Hotel

Karena digunakan secara rutin, water heater hotel sebaiknya memiliki jadwal perawatan.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

1. Memeriksa kondisi fisik unit.
2. Memeriksa sambungan pipa.
3. Memeriksa kemungkinan kebocoran.
4. Memeriksa kondisi kabel dan koneksi listrik.
5. Memeriksa thermostat.
6. Memeriksa elemen pemanas.
7. Memeriksa sistem pengaman.
8. Membersihkan komponen sesuai rekomendasi produsen.
9. Memeriksa kondisi tangki.
10. Mencatat hasil maintenance.

Jadwal pemeriksaan dapat disesuaikan dengan intensitas pemakaian dan rekomendasi produsen. Untuk instalasi hotel berskala besar, dokumentasi maintenance juga penting agar tim engineering dapat mengetahui riwayat perangkat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memasang Water Heater Hotel

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika hotel memasang sistem pemanas air.

Memilih Berdasarkan Harga Saja

Harga memang menjadi bagian dari pertimbangan investasi. Namun, memilih water heater hanya berdasarkan harga awal dapat mengabaikan aspek kapasitas, keamanan, konsumsi energi, kualitas komponen, dan layanan purna jual.

Tidak Menghitung Beban Listrik

Electric water heater membutuhkan energi listrik. Karena itu, kebutuhan daya harus dihitung bersama perangkat listrik lainnya.

Mengabaikan Sistem Plumbing

Water heater yang bagus tidak akan bekerja maksimal jika sistem distribusi airnya tidak dirancang dengan tepat.

Tidak Menyediakan Jadwal Maintenance

Perangkat yang digunakan setiap hari membutuhkan pemeriksaan. Maintenance yang terabaikan dapat meningkatkan risiko gangguan operasional.

Kesimpulan

Pemanas air listrik untuk hotel dapat menjadi solusi untuk menyediakan air panas bagi tamu dan berbagai fasilitas pendukung. Sistem ini menawarkan pengoperasian yang praktis serta dapat diterapkan pada berbagai skala hotel, mulai dari penginapan kecil hingga properti dengan jumlah kamar yang lebih banyak.

Pemilihan water heater sebaiknya mempertimbangkan kapasitas, jumlah kamar, pola pemakaian, kebutuhan temperatur, daya listrik, sistem plumbing, keamanan, ruang instalasi, serta kemudahan maintenance. Dengan perencanaan yang tepat, hotel dapat membangun sistem air panas yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Pada akhirnya, perangkat pemanas air bukan hanya soal menghasilkan air panas. Sistem yang baik perlu memperhatikan kenyamanan tamu, keamanan instalasi, penggunaan energi, dan kemudahan pengelolaan dalam jangka panjang. Karena itu, sebelum membeli electric water heater untuk hotel, lakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh dan pilih perangkat berdasarkan spesifikasi serta kondisi bangunan

Senin, 07 September 2026

Keceriaan Hamzah Batik Malioboro

17 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga Senin ini kalian hepi. Kalau kalian sedang kurang hepi, yuk ditambahi hepinya dengan membaca tulisan ringan ini.

Tepatnya sih, dengan membaca tulisan-tulisan yang terdapat pada foto-foto yang tersemat di sini. Yang semua kudokumentasikan dari Hamzah Batik Malioboro. 

Kebetulan tempo hari aku jalan santai melewatinya. Lalu, kulihat "quote-quote" seru tertempel di dinding toko. Persisnya dinding depan bagian kiri (utara).

Tanpa berpanjang kata, mari langsung kita amati sembari hahahihi ...

Pertama, tentang perbedaan orang kurus dan orang gemuk. Hmm. Betul juga. Yang berbeda cuma makannya. 🙊

Kedua, jangan menikah dengan wanita sekampung. Ehem, ehem. Masuk akal juga alasan pelarangannya. 



Ketiga, tentang kegantengan hehe ... Gantengnya hilang kalau nanjak lagi.

Keempat, benar juga yang tentang rentannya wanita pada serangan diabetes. Lhah gimana? Terbiasa mengonsumsi janji manis, sih.

Kelima, tentang kegalakan orang yang ditagih utangnya. Yaaa, tapi mau gimana lagi? Dia belum gajian. Ditagih sekeras apa pun tetap tak bisa membayar.



Syukurlah. Pada akhirnya foto terakhir memuat dua "quote" normal. Bisalah untuk menyelamatkan hati yang risau.

Iya, iya.Kita ini sesungguhnya jauh lebih kuat daripada yang kita bayangkan. Hanya saja, kita kerap jiper duluan. Merasa diri lemah lunglai, padahal dalam diri tersimpan kekuatan zuper.

Adapun quote terakhir, wuiiih ... ckckck. Aku bangeeet. Apa pun masalahnya, ngopi adalah koentjie. Kopi itu my bestie. Kalau kamu? Doyan kopi nggak? 😌🥳

Finally kita balik ke atas. Pada foto pertama. Apa boleh buat? Uang adalah obat segala lara dan penyakit. Harus diakui itu. Faktanya, tanpa uang kita tak gampang bahagia.

Bagaimana bisa bahagia? Mau jajan cilok saja enggak bisa kalau tak punya uang. Sepakat?




Senin, 31 Agustus 2026

Kakiku Jangan Diganti Kimpul

26 komentar

HALO, Sobat Pikiran Positif? Semoga dirimu dalam kondisi baik. Sehat lahir dan batin. Kaki dan tangan bisa leluasa digerakkan tanpa kurang suatu apa. 

Jangan tiru aku, ya. Gara-gara kurang olahraga dan pola makan tak sehat, plus asupan air minumnya dingiiin melulu, tubuhku protes. Terkhusus bagian kaki kanan nih yang protes.

Protesnya gini. Dalam suatu aktivitas keseharian, aku salah gerakan. Tidak sampai jatuh. Eh? Apa sih, istilahnya? Salah tumpuan gerakan? Hmm. Pokoknya gitulah, ya. I think you know what I mean deeeh. 

Tidak sampai jatuh. Tidak pula sampai ada suara kreeek atau yang sejenisnya. Bahkan sesungguhnya, aku tidak tahu kapan kejadiannya.Tahu-tahu si kaki sakit saja. 

Mula-mula sakitnya masih tertahankan. Aku masih ke sana kemari. Kemudian tibalah malam itu, yakni bakda Isya yang kelabu. 

Usai Magriban di musala aku sempat omong-omong ke tetangga saat perjalanan pulang. Kubilang kalau kakiku makin sakit. Dia merespons, "Lha piye? Periksa ke dokter sajakah?"

Idenya baik dan benar. Namun,  aku takut ke dokter. Tentu saja aku tidak menjalankan ide tersebut. Hehe ...

Konyolnya, aku menunggu keajaiban. Siapa tahu bangun tidur esok hari mendadak sembuh? Sungguh sebuah harapan kosong. Sampai 2 minggu berlalu, tak ada perubahan menuju sembuh.

Apa boleh buat? Bagian lutut dan sekitarnya tetap aduhai sakit jika digerakkan. Automatis tidak leluasa berjalan, sampai-sampai nyaris tak sanggup berjalan. 

Itulah yang bikin aku hilang dari peredaran jalanan kampung. Menyebabkan para tetangga bertanya-tanya. Ada apakah gerangan denganku yang mendadak menghilang? Padahal biasa sluman-slumun ngiderin kampung? Hehe ... 

Jangankan ngiderin kampung. Berjalan kaki ke musala yang cuma beberapa meter saja tidak sanggup. Alhasil, ada banyak hal/acara yang aku lewatkan. Terpaksa bangeeet. 

Kakiku betul-betul tak kuat diajak melangkah. Sementara sepanjang Agustus, di sekitaran Titik Nol Yogyakarta dan Malioboro ada banyaaak kegiatan menarik. Termasuk gelaran Pesta HUT Komunitas Agus-Agus.

Jangankan acara Agustusan yang digelar pemkot dan pemprov. Yang digelar pengurus RW tempatku berdomisili saja, aku tak kuasa ikut. Jompo banget deh rasanya. Heu heu heu ... 

Singkat cerita di tengah kesakitanku, seorang teman chatt WA. Saat ditanya tentang kabar, entah kenapa aku menjawab jujur. Lalu dia tegas menyatakan kalau esok hari akan menjemputku, untuk mengantarkanku ke ahli urut atlet. 

Syukurlah aku tatkala itu menurut. Alhasil, sakitku teratasi. Ketahuanlah bahwa penderitaanku itu akumulasi dari jatuh-jatuh selama 15 tahun sebelumnya. Jatuh yang menimbulkan cedera di tempat sama. 

Dahulu tubuh mudaku masih tangguh. Kondisinya pun pasti sedang sehat. Cukup nutrisi dan aktivitas fisik yang menyehatkan. Jadi, cedera ringan lewat saja nyerinya. 

Tempo hari aku salah gerakan dalam kondisi tubuh buruk. Dalam usia yang telah menua pula. Ya sudah. Hasilnya fatal begitu. Syukurlah aku manut untuk segera diurut. Jika nekad dibiarkan tanpa solusi, konon bisa saraf kejepit. Duh, seram. 
  
Demikian cerita tentang kengambekan kaki kananku. Jujur bikin kapok. Demi memperbaiki metabolisme tubuh sehingga recovery otot berjalan cepat, aku bertekad patuh pada semua anjuran si bapak yang mengurut. 

Aku pun berjanji pada diriku sendiri, "Harus banyak minum air segar dan tidak dingin!" Ini yang kupikir terpenting bagiku. Aku kerap lalai dengan kecukupan asupan air minum. Sekalinya ingat untuk minum, malah pilih minum air dingin atau es apalah-apalah.

Janji berikutnya berderet, dong. Harus memperbanyak konsumsi sayur dan buah, meminimalkan konsumsi gorengan dan makanan berminyak, serta membatasi konsumsi daging merah. 

Oke, oke. Untuk diet makanan dan memperbanyak minum air relatif gampang dikendalikanlah, ya. Yang sulit itu anjuran, "Jangan sampai jatuh atau cedera lagi."

Hmm. Itu berarti aku wajib memperhalus gerakan dalam aktivitas keseharian. Tak boleh pethakilan. Tak boleh buru-buru supaya tak kesandung atau kejengkang.

Baiklah, baiklah. Kiranya takdirku memang harus menjadi sehalus putri kerajaan buaya darat. Lagi pula, aku tetanggaan dengan Sultan Yogyakarta. Wajarlah ya, kalau aku mesti berperilaku serba halus.

Moral ceritanya, bisa berjalan kaki dengan lancar tak kurang suatu apa adalah karunia besar. Akan tetapi, kerap kita lalai untuk mensyukurinya. Baru terasa kalau itu karunia besar bila sudah sakit kayak aku gini heu heu ...

Ya Allah, aku tidak mau kaki sakitku ini diganti dengan kimpul. Cukup nasiku saja yang sesekali kuganti kimpul. Haha!



Senin, 25 Mei 2026

Pepotoan di Tamansari dan Sekitarnya

27 komentar
HALO, Sobat Pikiran Positif? Aku mau pamer foto-foto, nih. Haha! Sengaja pamer fotonya aku garis bawahi tebal-tebal, ya. Karena memang niatnya hendak pamer foto. Mumpung aku pakai merah menyala tiada tara. Hehehe ...

Jadi begini. Rabu lalu setelah long weekend, aku dan dua kawan blusukan ke Tamansari dan sekitarnya. Tidak mau kalah dari wisatawan luar kota, dong. Lagi pula, satu kawan (yang tidak berkostum merah) itungannya dari luar kota juga. 

Dia tinggal di Jalan Kaliurang bagian atas. Bukan akamsi seperti aku dan temanku yang pakai jersey Arsenal itu. Kalau kami berdua 'kan berdomisili di Kota Yogyakarta. Di sekitaran Tamansari pula. Akamsi banget 'kan?

Nah, blusukan kami jadwalkan Rabu. Bertepatan dengan tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional. 

Bertepatan pula dengan kesuksesan Arsenal megang piala setelah 22 tahun berpuasa gelar. Itulah sebabnya temanku yang suporter setia Arsenal merayakannya dengan pakai jersey itu. 

Adapun aku sebagai suporter setia MU, berbesar hati ikut merayakannya. Pakai merah, sebab merah juga warna kebanggaan MU. Yaelah. Penting banget membahas warna merah di sini. Haha!


Kami sepakat ngumpul di Pasar Ngasem pukul 7 pagi. Yang ternyata ... ramai bangeeet. Penuh wisatawan yang antre buat beli sarapan. Sebab terlalu ramai, kami sampai kesulitan untuk saling menemukan. 

Sungguh tak terduga. Rabu-rabu kok ya serasa akhir pekan. Serasa long weekend. Ya sudah. Akhirnya kami langsung meninggalkan tikum. Menuju ke barat. Ke bekas kampus Universitas Widya Mataram Yogyakarta.


Di satu sudut sepi yang ada bunga kambojanya, tetapi bukan kuburan, aku disuruh berpose oleh temanku. Entah apa tujuannya. Aku pun patuh-patuh saja. Entah apa pula motivasiku saat itu. 

Eh, malah patuh lagi ketika disuruh berpose di depan pintu estetik yang ... sesungguhnya terasa kurang nyaman di hati saat itu. Aku sampai minta izin; bilang permisi dan ucap salam, lho. Alhamdulillah tak ada dampak apa-apa.

Nah. Kalau yang di atas itu memang akunya yang niat narsis. Alasannya apa? Ya senang saja nemu latar belakang yang kontras dengan baju dan kerudung. Haha! Hasilnya oke juga "kan? Jarang lho, aku berani pede dalam berpose.

Dua foto berikutnya adalah swafoto kami bertiga di bekas Kampus Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY). Yang juga merupakan ndalem Mangkubumen. Suasananya sepi, lho. Itulah sebabnya kami pede buat berpose-pose. 

Eh? Ada seorang sekuriti yang kesepian, sih. Ia bertugas sendirian saja. Bukan sekuriti Kampus UWMY, melainkan sekuriti Sekolah Tumbuh. Sepertinya tingkat SD. Entahlah. Tapi ya itungannya memang sepi. Tidak seperti SD pada umumnya yang punya banyak siswa. 

Mungkin kalian bertanya-tanya. Pindah ke mana Kampus UWMY-nya? Mengapa pindah? Begini. Pindahnya ke Kampus Terpadu yang ada di Banyuraden Kapanewon Gamping Sleman DIY. Sementara nDalem Mangkubumen yang bersejarah ini, kembali dikelola Kraton Yogyakarta sepenuhnya. 


Swafoto berikutnya lagi, satu suporter Arsenal dan satu suporter MU, juga berlatar belakang bekas Kampus UWMY. Luar biasa glowing 'kan kami? Hihi ... Itu bukan kameranya, melainkan cahaya mataharinya yang pas. Kebetulan si kamera kalau cocok formula cahaya alaminya, hasilnya ngedab-ngedabi. Glowing maksimal. Ckckck. Sungguh pembohongan terhadap publik.

Akhirnya foto terakhir adalah aku bersama si Arsenal itu lagi. Itu berfotonya di Gedong Carik. Kalau kalian pernah ke Tamansari Watercastle Yogyakarta dan pemandunya eksploratif, kemungkinan besar kalian pernah ke sini.


Oiyaaa. Nyaris lupa menjelaskan dua fotoku yang paling atas dan tepat persis setelahnya. Itu aku berpose di area Tamansari juga, tetapi yang paling pinggir selatan. Jadi kalau tidak eksploratif, walaupun kalian sudah ke Tamansari yang kolam-kolam itu, bisa jadi belum sampai sini. Yang itu berada persis di belakang SMPN 16 Kota Yogyakarta.

 

PIKIRAN POSITIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template